Kabupaten Paser atau sebelumnya dikenal dengan sebutan Pasir merupakan kabupaten paling selatan di Kalimantan Timur. Wilayah penempatan Pengajar Muda terletak di tiga kecamatan yakni Tanah Grogot, Paser Belengkong dan Tanjung Harapan. Tiga kecamatan terbagi dalam dua topografi berbeda; darat dan pesisir. Wilayah pesisir (Kecamatan Tanah Grogot dan Tanjung Harapan) terletak di pinggir pantai dengan mata pencaharian utama penduduk adalah nelayan. Rumah-rumah di pesisir dibangun di atas pancang kayu yang tinggi guna mengantisipasi jika air pasang.
Di wilayah darat (Kecamatan Paser Belengkong), beberapa wilayah Pengajar Muda dilewati oleh Sungai Kandilo, sungai terpanjang kedua di Paser setelah Sungai Pasir, dan menggunakan perahu dalam kegiatan sehari-hari sedangkan beberapa wilayah lainnya bisa dilalui kendaraan roda dengan keadaan jalan yang terbatas. Sinyal dan listrik sangat terbatas, baik di darat dan pesisir dan biasanya listrik baru tersedia dari pukul 18.00 – 22.00 tergantung dari ketersediaan bahan bakar.
Kabupaten Paser dihuni oleh berbagai suku seperti Paser, Bugis, Jawa, Bajo, Banjar dan Madura. Suku asli adalah Suku Paser sedangkan Suku Bugis dan Bajo merupakan suku pendatang yang biasanya bekerja sebagai nelayan. Suku Jawa merupakan transmigran yang banyak bekerja di bagian perkebunan dan pertanian.
Hubungan antar suku cukup baik walaupun dalam skala kecil masih terdapat konflik-konflik yang biasanya tidak terlalu serius. Mayoritas penduduk Paser beragama Islam dan secara simbolik ditampilkan dalam busana dan acara-acara formal. Karakter masyarakat di bagian pesisir biasanya keras dan agak menutup diri terutama kepada pendatang.
Seni dan Budaya Paser
Selain potensi
dan daya tarik Obyek wisata Kabupaten Paser juga memiliki seni dan budaya
antara lain ;
1. Tari Ronggeng Paser
Kesenian Kabupaten Paser yang menjadi ciri khas adalah tarian "Ronggeng Paser". Tarian ini merupakan kesenian tradisional pesisir kabupaten Paser yang termasuk dalam kelompok Tari Gembira ( Tari Pergaulan) dengan diiringi lagu ronggeng dan didominasi petikan gambus.
2. Tari Rembara
Tari Rembana merupakan kesenian tari tradisional pedalaman Paser yang termasuk dalam tari ritual atau tarian yang ditampilkan pada saat- saat diadakan upacara adat Paser seperti Belian, Nulak Jakit dan upacara adat lainnya maupun pada acara-acara resmi.
3. Tari Gantar
Tarian Gantar juga merupakan tari pedalaman yang sebagian masyarakat Paser tarian ini sebagai Tari Giring-giring. Dalam gerak tari ini menceritakan penyambutan sang pahlawan yang baru kembali dari medan Perang.
4. Tari Jepen Muslim dan Tari Jepen Daya Taka.
TariJepen Muslim merupakan tarian yang dikreasi dan tercipta dari gerakan - gerakan seorang muslim yang akan melaksanakan sholat.
Sedangkan Tari Jepen Daya Taka adalah tarian yang gerakan-gerakannya dihimpun dari gerak dasar seni tradisional Paser. Tari ini menggambarkan keidupan sukaria para remaja tempo dulu.
5. Tari Singkir
Tari Singkir adala tari tradisional Paser Pedalaman, salah satu media yang digunakan adalah dengan menggunakan bamboo. Tari ini merupakan tari ritual yang biasanya mengiringi upacara-upacara adat.
6. Gendang Agong
Kesenian Gendang Agong adalah salah satu kesenian tradisional pesisir masyarakat Paser yang merupakan kombinasi antara alunan-alunan musik dan ketangkasan gerak (bela diri) seni ini selalu ditampilkan pada saat-saat ada keramian atau mengiringi arak-arakan mempelai (upacara) dari dulu ingga sekarang.
7. Tari Belian Pengobatan
Gerakan-gerakan dalam tarian ini diambil dari sebuah cerita pada masa kerajaan Rekan Tatau yang dipimpin oleh pemerintahan Nalau Raja Tondoi (Nalau Raja Diraja). Konon , pada suatu saat ada seorang pembatu kerajaan dari kalangan bawah yang sakti. S uatu hari ia pergi menangkap ikan di sebuah danau ( Loyu Liput Putung). Sialnya, kakinya dijepit seekor kepiting raksasa hingga tak sadarkan diri. Sang Raja memperoleh petunjuk bahwa untuk membangunkan dan melepas kepiting raksasa yang sedang tidur itu, sang raja mengumpulkan orang banyak, membuat berbagai macam makanan, membunyikan suara Tung, gendang, tengkanong, Gong dan lain-lain sekeras-kerasnya diiringi dengan tari-tarian (suasana gaduh).
8. Petikan Muara Adang dan Irama Tengah Malam
Petikan Gambus tradisional ini berasal dari Desa Muara Adang (daerah nelayan) kecamatan Long ikis. Irama ini termasuk musik yang dinamis disertai denganalunan lagu-lagu tradisional yang memang sengaja diciptakan untuk menghalau kesunyian malam yang disertai hempasan gelombang kecil daerah pesisir pantai Muara Adang.
1. Tari Ronggeng Paser
Kesenian Kabupaten Paser yang menjadi ciri khas adalah tarian "Ronggeng Paser". Tarian ini merupakan kesenian tradisional pesisir kabupaten Paser yang termasuk dalam kelompok Tari Gembira ( Tari Pergaulan) dengan diiringi lagu ronggeng dan didominasi petikan gambus.
2. Tari Rembara
Tari Rembana merupakan kesenian tari tradisional pedalaman Paser yang termasuk dalam tari ritual atau tarian yang ditampilkan pada saat- saat diadakan upacara adat Paser seperti Belian, Nulak Jakit dan upacara adat lainnya maupun pada acara-acara resmi.
3. Tari Gantar
Tarian Gantar juga merupakan tari pedalaman yang sebagian masyarakat Paser tarian ini sebagai Tari Giring-giring. Dalam gerak tari ini menceritakan penyambutan sang pahlawan yang baru kembali dari medan Perang.
4. Tari Jepen Muslim dan Tari Jepen Daya Taka.
TariJepen Muslim merupakan tarian yang dikreasi dan tercipta dari gerakan - gerakan seorang muslim yang akan melaksanakan sholat.
Sedangkan Tari Jepen Daya Taka adalah tarian yang gerakan-gerakannya dihimpun dari gerak dasar seni tradisional Paser. Tari ini menggambarkan keidupan sukaria para remaja tempo dulu.
5. Tari Singkir
Tari Singkir adala tari tradisional Paser Pedalaman, salah satu media yang digunakan adalah dengan menggunakan bamboo. Tari ini merupakan tari ritual yang biasanya mengiringi upacara-upacara adat.
6. Gendang Agong
Kesenian Gendang Agong adalah salah satu kesenian tradisional pesisir masyarakat Paser yang merupakan kombinasi antara alunan-alunan musik dan ketangkasan gerak (bela diri) seni ini selalu ditampilkan pada saat-saat ada keramian atau mengiringi arak-arakan mempelai (upacara) dari dulu ingga sekarang.
7. Tari Belian Pengobatan
Gerakan-gerakan dalam tarian ini diambil dari sebuah cerita pada masa kerajaan Rekan Tatau yang dipimpin oleh pemerintahan Nalau Raja Tondoi (Nalau Raja Diraja). Konon , pada suatu saat ada seorang pembatu kerajaan dari kalangan bawah yang sakti. S uatu hari ia pergi menangkap ikan di sebuah danau ( Loyu Liput Putung). Sialnya, kakinya dijepit seekor kepiting raksasa hingga tak sadarkan diri. Sang Raja memperoleh petunjuk bahwa untuk membangunkan dan melepas kepiting raksasa yang sedang tidur itu, sang raja mengumpulkan orang banyak, membuat berbagai macam makanan, membunyikan suara Tung, gendang, tengkanong, Gong dan lain-lain sekeras-kerasnya diiringi dengan tari-tarian (suasana gaduh).
8. Petikan Muara Adang dan Irama Tengah Malam
Petikan Gambus tradisional ini berasal dari Desa Muara Adang (daerah nelayan) kecamatan Long ikis. Irama ini termasuk musik yang dinamis disertai denganalunan lagu-lagu tradisional yang memang sengaja diciptakan untuk menghalau kesunyian malam yang disertai hempasan gelombang kecil daerah pesisir pantai Muara Adang.
Makanan Khas
Pulau Kalimantan
Ayam adalah lauk yang paling digemari oleh
masyarakat Indonesia, banyak macam dan bentuk yang dibuat dengan berbagai
olahan bumbu dapur. Salah satunya yang menjadi khas dari Kalimantan Timur yaitu
Ayam Masak Habang. Ayam olahan ini sudah lama menjadi Khas Kalimantan
Selatan yang membedakan disini dengan ayamyang dikuahi oleh bumbu pedas.
Mungkin lebih mirip ayam berkuah tapi bahan yang pedas ini menambah daftar
makanan dengan citarasa pedas Indonesia. OpenRicers bisa membuat Ayam Masak
Habang ini dengan resep sebagai berikut:
Bahan:
- 1 ekor ayam 750 gr dipotong 12 bagian
- 1 kelereng asam diremas dengan 1 sdm garam
- 500 ml minyak goreng untuk menggoreng
- 3 sdm kecap manis
- 5 buah tomat dipotong 8 bagian
- 50 ml minyak goreng untuk menumis
- 2 sdm gula pasir
Bumbu yang dihaluskan:
-10 buah cabe merah
- 6 buah bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 3 cm jahe
- 2 cm kencur
- 1 sdt nasi putih
Cara Membuat:
1. Remas ayam dengan asam hingga terlumur rata diamkan 20 menit
2. Panaskan minyak kemudian goreng ayam hingga kecoklatan, angkat dan tiriskan.
3. Tumis bumbu yang dihaluskan hingga harum dan matang, kemudian masukkan ayam, kecap manis, tomat dan gula.
4. Masak dengan api kecil hingga tomat hancur dan bumbu mengental
Bahan:
- 1 ekor ayam 750 gr dipotong 12 bagian
- 1 kelereng asam diremas dengan 1 sdm garam
- 500 ml minyak goreng untuk menggoreng
- 3 sdm kecap manis
- 5 buah tomat dipotong 8 bagian
- 50 ml minyak goreng untuk menumis
- 2 sdm gula pasir
Bumbu yang dihaluskan:
-10 buah cabe merah
- 6 buah bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 3 cm jahe
- 2 cm kencur
- 1 sdt nasi putih
Cara Membuat:
1. Remas ayam dengan asam hingga terlumur rata diamkan 20 menit
2. Panaskan minyak kemudian goreng ayam hingga kecoklatan, angkat dan tiriskan.
3. Tumis bumbu yang dihaluskan hingga harum dan matang, kemudian masukkan ayam, kecap manis, tomat dan gula.
4. Masak dengan api kecil hingga tomat hancur dan bumbu mengental
Sumber
: http://id.openrice.com/restaurant/article/detail.htm?article_id=766 , http://sengkatel.blogspot.com/2012/11/seni-dan-budaya-paser.html#ixzz370HPAU4u

Tidak ada komentar:
Posting Komentar